Dalam rangka memperingati Hari Raya Malaikat Pelindung SLB G-AB Helen Keller Indonesia (HKI) mengadakan acara Pesta dan Ibadat pada Senin, 3 Oktober 2022 pukul 10.00. Acara diawali dengan Ibadat yang di pimpin Oleh Sr Crescentia PMY. Bapak/Ibu Guru Bapak/Ibu Asrama, Suster dan murid-murid turut ikut menghadiri acara. Pesta malaikat pelindung diadakan untuk pertama kalinya di SLB G A-B Helen Keller Indonesia. Pesta ini biasa dirayakan di SLB B Dena-Upakara. Oleh karena SLB G A-B HKI merupakan bagian atau cabang dari SLB B Dena-Upakara, maka tahun ini dimulailah perayaan malaikat pelindung di SLB G A-B HKI. Perayaan ini bertujuan untuk memperkenalkan sosok malaikat pelindung pada diri masing-masing dan menghormati malaikat pelindung yang diimani, serta untuk menimbulkan rasa percaya bahwa setiap individu memiliki malaikat pelindung yang selalu melindunginya. Ibadat diawali dengan bernyanyi dan dilanjutkan dengan membaca bacaan Injil dan renungan yang disampaikan oleh Suster Crescentia PMY. Ada hal menarik dalam renungan tersebut, yaitu ketika Sr. Crescentia PMY meminta 3 anak untuk maju ke depan dan memberikan peran sebagai manusia (diperankan oleh Dela), iblis (diperankan oleh Okta), dan malaikat (diperankan oleh Arum). Lalu Suster memberikan pertanyaan kepada Dela yang memerankan sebagai manusia. Suster bertanya kepada Dela, “Dela lebih suka ikut malaikat atau iblis?” Dela menjawab dengan bahasa isyarat, “Iblis.” Suster bertanya lagi, “Lho, iblis itu jahat nanti masuk neraka.” Lalu dengan refleks Dela langsung memilih malaikat sebagai pilihan terakhirnya. Sungguh lucu dan menggemaskan anak anak yang maju dan memerankan peran sebagai manusia, iblis, dan malaikat. Tetapi dengan pemeranan tersebut sebenarnya sangat menyinggung hati kita dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita benar benar selalu mengikuti kata malaikat dalam diri kita atau kadang kita malah mengikuti kata-kata iblis yang memberikan kenyamanan duniawi kepada kita? Setelah ibadat selesai, dilanjutkan acara menyanyi dan bermain bersama yang dibawakan oleh Pak Yoga dan Bu Chris. Anak anak diminta membuat topi bergambar malaikat untuk dipakai. Semua sangat antusias dan berlomba membuat topi malaikat. Dengan mengenakan topi bergambar malaikat, anak anak semua berdiri dan bernyanyi bersama diakhiri dengan foto bersama. Puncak kegiatan adalah makan es krim dan hidangan makan siang yang disediakan. (Vincentius Angga Prakosa, Amd., Kep.)
Tinggalkan Komentar