Info Sekolah
Jumat, 06 Nov 2026
  • SLB G-AB Helen Keller Indonesia Yogyakarta berdiri sejak tanggal 25 Juni 1996, didirikan oleh para Suster Putri Maria dan Yosef (PMY) yang berpusat di Wonosobo.

Visi, Misi, Tujuan, dan Profil Pelajar

VISI :

“Mandiri, Berprestasi dan Berbudaya”

Indikator visi sekolah:

  1. Bagi peserta didik dapat mengurus dirinya sendiri dan menghidupi dirinya sendiri.
  2. Bagi peserta didik yang mempunyai bakat dan minat dapat berprestasi dan berkembangkan secara optimal.
  3. Bagi peserta didik dapat mengaplikasikan nilai-nilai luhur budaya Daerah dan Nasional melalui berbagai macam kegiatan.

MISI :

  1. Menyelenggarakan program pembelajaran individual.
  2. Mengefektifkan layanan program kebutuhan khusus yaitu Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK), Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi Dan Irama (PKPBI) dan pengembangan diri.
  3. Menyelenggarakan pembinaan bakat minat peserta didik melalui pembinaan prestasi.
  4. Mengikuti secara aktif berbagai macam perlombaan yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah, LSM atau swasta.
  5. Membudayakan perilaku disiplin, sopan dan berpenampilan rapi.
  6. Membudayakan  nilai luhur budaya daerah

Tujuan Sekolah (3 tahun)

  1. Peserta didik dapat terlayani secara efektif dan efisien sesuai dengan kemampuan.
  2. Terselenggaranya pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  3. Peserta didik dapat mandiri dalam mobilitas, berkomunikasi dan pengembangan diri.
  4. Peserta didik dapat mandiri dalam hidup di rumah dan masyarakat.
  5. Peserta didik mengikuti kegiatan pembinaan prestasi peserta didik sesuai dengan bakat dan minat.
  6. Peserta didik dapat memanfaatkan sarana dan prasarana untuk pembinaan prestasi peserta didik.
  7. Peserta didik berkembang dalam seni musik dan seni lukis dengan bantuan guru seni.
  8. Terjalinya kerjasama dan komunikasi yang baik dengan instansi pemerintah, LSM dan swasta.
  9. Semua warga sekolah berperilaku 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) dan berpenampilan rapi.
  10. Semua warga sekolah mematuhi tata tertib sekolah.
  11. Tertanamnya nilai-nilai luhur, etika, sopan santun melalui adat-istiadat setempat dan budaya setempat
  12. Mengembangkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, aman, tertib dan menyenangkan.

Sasaran ( 1 tahun )

  1. Tersusunnya kurikulum Operasional SLB G-AB Helen Keller Indonesia tahun 2022-2023.
  2. Terlaksananya pelatihan guru baru tentang materi khas SLB G-AB Helen Keller Indonesia yaitu: Assesmen MDVI dan MDHI, bahasa isyarat SIBI, braille, OMSK, AAC, materi MDVI dan MDHI, Program Transisi, media pembelajaran dan artikulasi dasar setiap seminggu sekali.
  3. Terlaksananya pelatihan guru baru tentang pengembangan diri, administrasi, psikologi perkembangan anak, dan OMSK.
  4. Terlaksananya pelatihan bagi semua guru tentang BKPBI, Braille, Artikulasi, membuat alat peraga pembelajaran, Bahasa isyarat, IT.
  5. Penyusunan administrasi kelas (Instrumen Assesmen, Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Pembelajaran, Modul Pembelajaran, Prota, Promes, PPI/RPI, Jadwal), pengembangan metode pembelajaran dan media pembelajaran untuk peserta didik.
  6. Terlaksananya pelatihan guru tentang berbagai pendekatan, model, metode dan media yang variatif termasuk penggunaan IT untuk mencapai kompetensi melek digital, berpikir, kreatif, berpikir kritis, berkolaborasi dan kepemimpinan.
  7. Tersusunnya program transisi pasca SMPLB atau SMALB bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik dan vokasional. 
  8. Tersusunnya program transisi pasca SDLB atau SMPLB peserta didik dengan hambatan intelektual dan perilaku.
  9. Terlaksananya kesepakatan perjanjian kerjasama dengan salah satu dunia usaha.
  10. Terlaksananya pemasaran salah satu produk keterampilan.
  11. Berfungsinya website sekolah sebagai sistem informasi manajemen sekolah.
  12. Tersusunya program Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).
  13. Terlaksananya kegiatan pembinaan prestasi peserta didik di bidang seni lukis dan olahraga.
  14. Tersedianya alat dan bahan pembinaan prestasi peserta didik di bidang seni lukis dan olahraga.
  15. Pelaksaan pemusatan pelatihan di sekolah bagi siswa untuk mengikuti kompetisi seni lukis tingkat Provinsi.
  16. Juara altetik  lari 100m tingkat Kota, Provinsi atau Nasional.
  17. Juara menyanyi tingkat kota.
  18. Tersusun dan terlaksananya Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan PPK di sekolah yaitu tata krama, budi pekerti, kejujuran, toleransi, disiplin, kerjasama, dan gotong royong yang terintegrasi dalam semua pembelajaran dan pembiasaan.
  19. Terlaksananya apel motivasi spiritual (doa bersama).
  20. Terlaksananya apel motivasi kebangsaan (menyanyikan lagu Nasional).
  21. Semua peserta didik dapat memberi 5 S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) kepada siapapun saat bertemu maupun berpisah.
  22. Membudayakan kegiatan pengembangan diri dan bekerja di asrama yang mendukung kegiatan sekolah.
  23. Membudayakan komunikasi yang berkesinambungan antarwarga sekolah dan asrama.
  24. Membudayakan menggunakan pakaian adat jawa setiap hari kamis pahing, hari keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan ulang tahun Kota Yogyakarta.

Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila adalah sebagai berikut:

Gaya Hidup Berkelanjutan

SLB G-AB Helen Keller Indonesia membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan dengan bercocok tanam dan mengolah sampah. Kegiatan bercocok tanam yang akan dilaksanakan oleh peserta didik SLB G-AB Helen Keller Indonesia adalah menanam sayuran dan tanaman hias. Kegiatan mengolah sampah yaitu memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos. Sampah anorganik dimanfaatkan untuk menghasilkan produk barang bekas.

Elemen kunci gaya hidup berkelanjutan:

a. membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan

b. mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya

Gotong Royong

Peserta didik SLB G-AB Helen Keller Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong yaitu kemampuan untuk melaksanakan kegiatan bersama-sama dengan sukarela. Gotong-royong diwujudkan dengan kegiatan bercocok tanam dan membuat lempeng sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar, mudah dan ringan.

Elemen kunci gotong-royong:

a. kolaborasi

b. berbagi

c. kepeduliaan

Kewirausahaan

Peserta didik SLB G-AB Helen Keller Indonesia mengidentifikasi potensi ekonomi di lingkungan masyarakat yang ada di sekitar sekolah dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh peserta didik SLB G-AB Helen Keller Indonesia yaitu membuat lempeng. Melalui kegiatan ini, kreativitas dan budaya kewirausahaan akan ditumbuhkembangkan. Peserta didik menjadi terampil, mandiri dan mampu menggunakan keterampilannya untuk menghidupi dirinya.

Elemen kunci kewirausahaan:

a. mandiri

b. terampil

Alamat

SLB G-AB Helen Keller Indonesia Yogyakarta
Jl. RE. Martadinata 88A, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, 55253

SLB G-AB Helen Keller Indonesia Sedayu
Sedayu RT 54, Argosari, Sedayu, Bantul