Merayakan kemerdekaan Indonesia setiap tahun adalah hal lumrah bagi setiap warga Indonesia. Begitu juga yang dilakukan oleh penyandang disabilitas. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan dan membagikan pengalaman dalam menyemarakkan kemerdekaan RI ke-79 di SLB Helen Keller Indonesia. Sekolah SLB G-AB Helen Keller Indonesia Yogyakarta berdiri sejak tanggal 25 Juni 1996, didirikan oleh para Suster Putri Maria dan Yosef (PMY) yang berpusat di Wonosobo. Sekolah SLB G-AB Helen Keller adalah sekolah yang diperuntukkan untuk para penyandang disabilitas ganda. Berbagai keseruan lomba dilaksanakan dalam memperingati HUT RI ke-79. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 lalu bertempat di Sedayu. Banyak sekali lomba yang diikuti oleh siswa–siswi SLB G-AB Helen Keller Indonesia. Dalam kegiatan ini seluruh guru dan karyawan juga ikut ambil bagian dalam memeriahkan acara tersebut.
Kegiatan lomba dalam memperingati HUT RI ke-79 ini dibagi menjadi beberapa kelas/kelompok , yakni: Lomba kelas kecil, Lomba kelas besar, lomba guru, asrama, dan karyawan. Lomba kelas kecil meliputi lempar bowling dan memindahkan bola. Lomba kelas kecil diikuti oleh anak-anak tingkat sekolah dasar. Sedangkan Lomba kelas besar diperuntukan untuk anak-anak sekolah tingkat SMP dan SMA berupa lomba makan kerupuk dan lomba merangkak dalam kardus. Bagi kita orang normal tentunya mengikuti lomba ini akan mudah dilakukan. Namun berbeda halnya dengan para penyandang disabilitas yang ada di sekolah SLB G-AB Helen Keller, tentunya memliliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi bagi para persertanya. Dalam pelaksanaannya para peserta lomba penyandang disabilitas ini perlu didampingi oleh guru atau bapak-ibu asrama. Tidak hanya para murid saja yang ikut andil dalam kegiatan lomba HUT RI ke 79 ini, para guru dan karyawan pun menjadi perserta dalam perlombaan bola voli dan lomba makan kerupuk.
HUT RI ke-79 ini diwarnai dengan penuh tawa dan kegembiraan, selain banyak sekali keseruan yang dijalani oleh peserta tetapi juga dirasakan oleh para guru dan karyawan. Kekompakan juga terjalin pada acara ini karena seluruh peserta yang hadir menggunakan baju olahraga atau kaos polo nuansa merah putih.
Selain lomba yang dilaksanakan terdapat acara lain yang memeriahkan acara ini, yakni senam Tiktok pada pagi hari. Acara ini berlangsung sangat meriah dari pagi hingga siang hari. Kebersamaan yang berlangsung singkat ini ditutup dengan acara penutup, yaitu makan siang bersama.
(Elisabeth Indah)
Tinggalkan Komentar