Riuh tepuk tangan dan ramai apresiasi para audien yang melihat sebuah pentas luar biasa dari Anak Berkebutuhan Khusus yang sedang memperlihatkan kebolehan mereka. Anak Berkebutuhan Khusus tersebut berasal dari berbagai sekolah. Anak-anak berbakat tersebut diantaranya adalah SLB G-AB Helen Keller Indonesia yang memberikan suguhan pantomim dan musik akustik kolaborasi, SLB/B Dena Upakara Wonosobo dan SLB/B Karya Bakti “Don Bosco” Wonosobo tak kalah spektakuler menyuguhkan tari-tarian yang luar biasa hebat.
Pentas luar biasa tersebut adalah ajang Kegiatan Psyforty (Psychology For Humanity) tahun 2025 yang diadakan oleh Fakultas Psikologi UNIKA Soegijapranata Semarang. Kegiatan tersebut mengambil tema “Awake and Create” dengan tiga rangkaian kegiatan, yaitu kunjungan ke panti asuhan, panti wredha, dan puncak pentas seni bagi ABK. Ketiga rangkaian ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan mahasiswa yang turut serta dalam kegiatan tersebut terhadap masyarakat secara khusus lansia panti wredha, anak-anak panti asuhan, dan Anak Berkebutuhan Khusus. Bagi masyarakat dan anak berkebutuhan khusus kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan untuk memiliki semangat yang tinggi agar terus berkembang, memaksimalkan potensi diri, serta memberikan wadah untuk mengembangkan kreativitas, menciptakan karya, menyalurkan minat dan bakat.
Pentas ABK Psyforty 2025 ini diadakan pada Hari Jumat, 9 Mei 2025 di Gedung St. Thomas Aquinas Lantai 3 UNIKA Soegijapranata Semarang pukul 17.00 sampai dengan pukul 20.00. Audien yang melihat pentas ini diantaranya para tamu undangan resmi kampus UNIKA Soegijapranata, mahasiswa jurusan psikologi berbagai Angkatan. Adapun jurusan di luar psikologi juga diundang dan hadir. Selain pentas ABK panitia juga mempersiapkan acara Talkshow yang secara khusus membahas pembelajaran ABK dan ekspresi minat bakat yang dilakukan sekolah dan Yayasan. Talkshow ini dimoderatori oleh Dosen Psikologi UNIKA Soegijapranata Patrick Yesandro Pristantyo, MPsi, Psikolog. Narasumber talkshow tersebut diantaranya Sr. Calista, PMY mewakili Ketua Yayasan Dena Upakara, Bapak Agus Guru SLB/B Karya Bakti “Don Bosco” dan Ibu F. Krismartanti, S.Pd Kepala Sekolah SLB G-AB Helen Keller Indonesia. Audien sangat antusias dan aktif bertanya tentang tema yang dibahas sehingga acara tersebut memberikan kesan positif dan menginsipirasi bagi semua.
Sungguh Pentas ABK Psyforty 2025 memberikan banyak kesan yang mendalam bagi audien yang menyaksikannya. Pentas diawali pantomim adik Nikita dan Refan dari SLB G-AB Helen Keller Indonesia, dilanjutkan oleh grup musik akustik kolaborasi dari SLB G-AB Helen Keller Indonesia yaitu Luce Dei beranggotakan Abeth pada vocal, Benic pada kajon, Pak Wena pada kibor dan Pak Beni pada gitar yang membuat penonton bergoyang saat lagu pertama yaitu “Gethuk” dinyanyikan. Disusul lagu koplo “Wirang” dan “Arti Sahabat” membuat penonton bersama semakin bergoyang. Tak kalah heboh tarian “Edan-edanan Nirboyo” dari SLB/B Dena Upakara dengan kostum nyentrik dan mengundang tawa yang ditarikan dengan lincah dan gemulai lengkap dengan sedikit akrobat. Selain itu tarian berikutnya datang dari SLB/B Karya Bakti “Don Bosco” yaitu Tari Ruwat Gimbal menceritakan ritual selamatan anak berambut gimbal yang ada di Dieng. Tarian tersebut semakin semarak dengan kostum yang indah lengkap dengan properti umbul-umbul, perlengkapan (uba rampe) selamatan serta gerakan yang lincah dan berirama. Setelah tari-tarian berakhir dilanjutkan pemberian apresiasi serta plakat dari Fakultas Psikologi UNIKA Soegijapranata dan ditutup dengan foto bersama.
(Beni Cahyadi Maryanto, S.Sos)
Tinggalkan Komentar