Pada hari Sabtu, 18 Maret 2023, sekolah kami mendapat kunjungan dari mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang berjumlah kurang lebih 44 orang, bertempat di Wirobrajan maupun di Sedayu, mereka didampingi oleh Bu Irine, selaku dosen salah satu mata kuliah di Sanata Dharma. Adapun tujuan dari kegiatan kunjungan mereka adalah untuk melakukan observasi partisipatif pada mata kuliah pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Dalam kunjungan itu mereka akan melakukan berbagai kegiatan bersama anak-anak SLB G – AB Helen Keller Indonesia. Selain mengikuti kegiatan wajib yang telah ditetapkan sekolah, mereka juga berencana mengajak anak-anak HKI untuk kegiatan kesenian, keterampilan, dan membuat makanan sederhana. Adapun kegiatan yang dipilih salah satunya adalah membuat keramik dengan bahan dari tanah liat dan air serta membuat es buah untuk di Wirobrajan dan salad buah untuk anak-anak di Sedayu.
Dari kegiatan bersama anak anak mahasiswa itu, anak-anak terlihat sangat senang dan antusias sekali selama kegiatan berlangsung. Kegiatan diawali dengan jalan-jalan pagi di sekitar sekolah Wirobrajan sampai di lapangan dekat sekolah. Di lapangan semua diajak untuk berdinamika sejenak, dengan senam dan bermain bola. Kemudian kembali ke sekolah. Setelah beristirahat sejenak kegiatan dilanjutkan dengan membuat es buah, para mahasiswa telah menyiapkan semua bahan dan alat. Beberapa anak ikut memotong dan mengupas buah. Lalu bersama-sama memasukkan buah serta es ke dalam teko dan mengisi dengan air dan sirup serat ditambah susu. Setelah selesai proses membuat es buah, lalu bersama-sama menuang es buah ke dalam gelas plastik dan dibagi sampai rata. Semua bisa menikmati es buah dan ada makanan tambahan kue lopis dari dapur.
Setelah beristirahat sejenak kegiatan dilanjutkan dengan membuat keramik. Sebelumnya para mahasiswa telah menyiapkan tanah liat sebagai bahan membuat keramik. Semua bebas berkreasi, ada yang membuat buah, kura-kura, mangkuk, gelas, asbak, patung, dsb. Anak-anak SLB HKI terlihat senang selama proses pembuatan keramik, bisa jadi karena kegiatan ini adalah pengalaman yang baru buat mereka. Anak-anak berani kotor, mereka juga mau diarahkan saat membuat keramik dengan bimbingan guru dan para mahasiswa tentunya. Setelah selesai, keramik dijemur supaya lebih kuat.
Kegiatan ini sangat menguntungkan kedua belah pihak, baik pihak mahasiswa yang mendapatan tugas pengalaman berdinamika bersama anak-anak SLB guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah di universitas dan juga dari pihak sekolah Helen Keller Indonesia karena memiliki pengalaman baru bersama para mahasiswa dalam membuat seni rupa keramik dan membuat es buah. Selama berkegiatan semua bisa bermain, belajar sambil bekerja dengan penuh suka cita dan tanpa jarak, maka tercapailah moto Ora Et Labora dalam kebersamaan dengan para mahasiswa Sanata Dharma ini. Di akhir pertemuan Bu Irine beserta para mahasiswa mengucapkan terima kasih dan diakhiri dengan foto bersama. (F. Peni Laras, S. Pd.)
Tinggalkan Komentar